(ANALISA USAHA)

DISUSUN
OLEH:
NOVANDA BAYU LAKSONO
Analisa Usaha Kambing
Etawa dan Susu Kambing Etawa
- Masa produktif kambing betina dan pejantan adalah 5 tahun. Pembelian kambing tawa adalah kambing yang tergolong dara atau kambing yang siap untuk beranak. Jadi waktu penantian peternak tidak terlalu lama.
- Waktu pemeliharaan adalah 5 tahun.
- Upah tenaga kerja Rp. 500.000 per orang per bulan.
- Induk dapat beranak 3 kali dalam 2 tahun. Dan dalam sekali beranak dihitung rata-rata 2 ekor per kelahiran. Kelahiran 1 dan 3 ekor per kelahiran diabaikan.
- Jumlah cempe yang akan di hasilkan selama 5 tahun adalah : 15 ekor x 22 induk = 330 ekor cempe.
- Angka kematian 10%, sehingga diperkirakan kematian maksimal adalah sebanyak 33 ekor.
- 1 (satu) ekor kambing etawa diperkirakan menghasilkan 7,5 kg pupuk kandang per bulan. Kotoran dari cempe di kesampingkan. Asumsi harga pupuk kandang di pasaran jogjakarta Rp. 200/kg.
- 1 (satu) ekor kambing etawa diperkirakan dapat menghasilkan urine sebanyak 30 liter per bulan, dengan asumsi harga urine di pasaran Rp.1500/liter.
- 1 (satu) ekor kambing betina diperkirakan dapat menghasilkan susu sebanyak 30 liter per bulan selama 5 bulan, dengan asumsi harga susu di pasaran Rp.30.000/liter.
- Harga cempe mengacu pada kriteria kambing standart yang terjadi di pasaran kaligesing, Jogjakarta. Harga cempe kepala hitam istimewa dikesampingkan. Karena harga tersebut tidak dapat dijadikan acuan dalam perhitungan ini. Harga patokan di ambil kisaran bulan juli 2007.
- Biaya pakan di abaikan karena kita berasumsi telah mengaji karyawan, jadi biaya untuk pembelian pakan di ganti dengan biaya tenaga kerja, karena pada dasarnya karyawan kita gaji untuk merawat dan mencarikan makanan bagi ternak. Hitungan ini tidak berlaku apabila peternak membeli rumput di dalam pemeliharaan ternaknya.
A.
INVESTASI TETAP
|
Kambing
Betina
|
22
|
ekor
|
@
|
2.500.000
|
55.000.000
|
|
Kambing
Jantan
|
2
|
ekor
|
@
|
3.500.000
|
7.000.000
|
|
Kandang
|
4
|
unit
|
@
|
5.000.000
|
20.000.000
|
|
Peralatan
|
1
|
paket
|
@
|
500.000
|
500.000
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total
|
|
|
|
|
82.500.000
|
B. BIAYA PRODUKSI
|
Biaya
pemeliharaan kambing induk (24 ekor)
|
|
|
# Gaji karyawan Rp. 500.000 / 30 hari 24 ekor
|
Rp.
700/ekor/hari
|
|
# Pemberian vitamin tambahan
|
Rp.
100/ekor/har
|
|
|
|
|
Total
biaya pemeliharaan induk per 5 tahun adalah
|
|
|
Rp. 800 x
5 tahun x 12 bulan x 24 ekor x 30 hari
|
Rp.
34.560.000
|
C.
PROYEKSI PENDAPATAN
|
1.
Penjualan cempe 300 ekor x Rp. 1.000.000
|
Rp.
300.000.000
|
|
2.
Penjualan induk afkir 24 ekor x Rp. 1.000.000
|
Rp.
24.000.000
|
|
3.
Penjualan pupuk kandang 7,5 kg x 12 bulan x 5 tahun x Rp. 200 x 24 ekor
|
Rp.
2.160.000
|
|
4.
Penjualan urine 30 liter x 12 bulan x 5 tahun x Rp. 1500 x 24
ekor
|
Rp.
64.800.000
|
|
5.
Penjualan Susu 30 liter x 5 bulan x 5 tahun x Rp. 30.000 x 22 ekor
|
Rp.
99.000.000
|
D.
REKAPITULASI PENDAPATAN
Biaya-biaya:
|
1. Biaya
investasi
|
Rp.
82.500.000
|
|
2. Biaya
pemeliharaan selama 5 tahun
|
Rp.
34.560.000
|
|
|
|
|
Total
biaya
|
Rp.
117.060.000
|
Pendapatan:
|
1.
Penjualan cempe
|
Rp. 300.000.000
|
|
2.
Penjualan induk afkir
|
Rp.
24.000.000
|
|
3.
Penjualan pupuk kandang
|
Rp.
2.160.000
|
|
4.
Penjalan urine
|
Rp.
64.800.000
|
|
5.
Penjualan Susu
|
Rp.
99.000.000
|
|
|
|
|
Total
pendapatan
|
Rp.
489.960.000
|
Keuntungan
yang bisa diperoleh adalah sbb:
|
Rp.
489.960.000 – Rp. 117.060.000 = Rp. 372.900.000
|
|
|
|
|
|
Penghasilan
per bulan Rp. 372.900.000 / 5 tahun / 12 bulan
|
=
Rp. 6.215.00
|
Dengan 22 ekor betina kita per bulan mendapatkan penghasilan sebesar Rp6.215.000. Estimasi keuntungan tersebut belum termasuk kalau hasil cempe yang di keluarkan berkualitas super. Karena pada dasarnya harga cempe yang bener-bener super itu tidak ada batasannya. sebagai gambaran, penulis pernah menjual cempe jantan umur 3 bulan dengan harga 7,5 juta satu ekor.
Jadi barometer penghasilan tersebut di atas adalah
harga yang paling bawah (Rp 1.000.000)
Analisi
usaha teternak ayam boiler
1. JENIS
Dengan
berbagai macam strain ayam ras pedaging yang telah beredar dipasaran, peternak
tidak perlu risau dalam menentukan pilihannya. Sebab semua jenis strain yang
telah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama.Artinya seandainya
terdapat perbedaan, perbedaannya tidak menyolok atau sangat kecil sekali. Dalam
menentukan pilihan strain apa yang akan dipelihara, peternak dapat meminta
daftar produktifitas atau prestasi bibit yang dijual di Poultry Shoup. Adapun
jenis strain ayam ras pedaging yang banyak beredar di pasaran adalah: Super 77,
Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver
Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish,
Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross, Marshall”m”, Euribrid, A.A 70,
H&N, Sussex, Bromo, CP 707.
2. MANFAAT
Manfaat
beternak ayam ras pedaging antara lain, meliputi:
1.
penyediaan kebutuhan protein hewani
2. pengisi
waktu luang dimasa pensiun
3.
pendidikan dan latihan (diklat) keterampilan dikalangan remaja
4. tabungan
di hari tua
5. mencukupi
kebutuhan keluarga (profit motif)
3.
PERSYARATAN LOKASI
1. Lokasi
yang cukup jauh dari keramaian/perumahan penduduk.
2. Lokasi
mudah terjangkau dari pusat-pusat pemasaran.
3. Lokasi
terpilih bersifat menetap, artinya tidak mudah terganggu oleh
keperluan-keperluan lain selain untuk usaha peternakan.
4. PEDOMAN
TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum
usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi
yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan
feeding (makanan ternak/pakan)
1. Penyiapan
Sarana dan Peralatan
1.
Perkandangan
Sistem
perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras meliputi:
*
persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C,
* kelembaban
berkisar antara 60-70%, penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang
ada,
* tata letak
kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin
kencang, model kandang disesuaikan dengan umur ayam,
* untuk
anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, untuk ayam remaja
± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai kandang box yang dibesarkan dan untuk
ayam dewasa bisa dengan kandang postal atapun kandang bateray.
* Untuk kontruksi
kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan
tahan lama.
2. Peralatan
1. Litter
(alas lantai)
Alas
lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan
air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10
cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur
dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk
pengganti kulit padi/sekam.
2. Indukan
atau brooder
Alat ini berbentuk
bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3 m dengan alat pemanas di
tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika
baru menetas.
3. Tempat
bertengger (bila perlu)
Tempat
bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan
kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar
terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
4. Tempat
makan, minum dan tempat grit
Tempat makan
dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja
yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak
khusus
5. Alat-alat
rutin
Alat-alat
rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting operasi, pisau
potong operasi kecil, dan lain-lain.
2.
Pembibitan
Ternak yang
dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. ternak
sehat dan tidak cacat pada fisiknya
2.
pertumbuhan dan perkembangannya normal
3. ternak
berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.
4. tidak ada
lekatan tinja di duburnya
1. Pemilihan
Bibit dan Calon Induk
Ada beberapa
pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day OldChicken)/ayam umur sehari:
1. Anak ayam
(DOC ) berasal dari induk yang sehat.
2. Bulu
tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
3. Tidak
terdapat kecacatan pada tubuhnya.
4. Anak ayam
mempunyak nafsu makan yang baik.
5. Ukuran
badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
6. Tidak ada
letakan tinja diduburnya.
2. Perawatan
Bibit dan Calon Induk
Dilakukan
setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera diberi
perhatian secara khusus dan diberikan pengobatan sesuai petunjuk Dinas
Peternakan setempat atau dokter hewan yang bertugas di daerah yang
bersangkutan.
3.
Pemeliharaan
1. Pemberian
Pakan dan Minuman
1. Untuk
pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4
minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).
1. Kualitas
dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:
* kualitas
atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat
kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
* kuantitas
pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur
1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor,
minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29
hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai
pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.
2. Kualitas
dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:
* kualitas
atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%,
serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME)
2900-3400 Kcal.
* kuantitas
pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu:
o minggu
ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor,
o minggu
ke-6 (umur 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor,
o minggu
ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan
o minggu
ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.
Jadi total
jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.
2. Pemberian
minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
1. Fase
starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing
minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2
(8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5
liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi
jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6
liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan
gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan
adalah 50 gram/liter air.
2. Fase
finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu
ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9
liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan
minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari
sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
2.
Pemeliharaan Kandang
Kebersihan
lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan
penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja.
Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis
sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat
berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik
yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak
supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang
bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.
7. HAMA DAN
PENYAKIT
1. Penyakit
1. Berak
darah (Coccidiosis)
Gejala:
tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam
menggigil kedinginan.
Pengendalian:
1. menjaga
kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering;
2. dengan
Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet
dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.
2. Tetelo
(NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: ayam
sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk,
sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya
gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
1. menjaga
kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor
penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang;
2. pisahkan
ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang
mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada
obatnya.
2. Hama
1. Tungau
(kutuan)
Gejala: ayam
gelisah, sering mematuk-matuk dan mengibas-ngibaskan bulu karena gatal, nafsu
makan turun, pucat dan kurus.
Pengendalian:
1. sanitasi
lingkungan kandang ayam yang baik; pisahkan ayam yang sakit dengan yang sehat;
2. dengan
menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air
kemudian semprotkan dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15%
yang encerkan dengan air kemudian semprotkan ketubuh pasien. Dengan fumigasi
atau pengasepan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti Nocotine
sulfat atau Black leaf 40.
5. PANEN
1. Hasil
Utama
Untuk usaha
ternak ayam pedaging, hasil utamanya adalah berupa daging ayam
2. Hasil
Tambahan
Usaha ternak
ayam broiler (pedaging) adalah berupa tinja atau kotoran kandang dan bulu ayam.
6.
PASCAPANEN
1. Stoving
Penampungan
ayam sebelum dilakukan pemotongan, biasanya ditempatkan di kandang penampungan
(Houlding Ground)
2.
Pemotongan
Pemotongan
ayam dilakukan dilehernya, prinsipnya agar darah keluar keseluruhan atau
sekitar 2/3 leher terpotong dan ditunggu 1-2 menit. Hal ini agar kualitas
daging bagus, tidak mudah tercemar dan mudah busuk.
3.
Pengulitan atau Pencabutan Bulu
Caranya ayam
yang telah dipotong itu dicelupkan ke dalam air panas (51,7- 54,4°C). Lama
pencelupan ayam broiler adalah 30 detik. Bulu-bulu yang
halus
dicabut dengan membubuhkan lilin cair atau dibakar dengan nyala api biru.
4.
Pengeluaran Jeroan
Bagian bawah
dubut dipotong sedikit, seluruh isi perut (hati, usus dan ampela) dikeluarkan.
Isi perut ini dapat dijual atau diikut sertakan pada daging siap
dimasak
dalam kemasan terpisah.
5.
Pemotongan Karkas
Kaki dan
leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tidak disukai. Setelah semua
jeroan sudah dikeluarkan dan karkas telah dicuci bersih, kaki ayam/paha
ditekukan dibawah dubur. Kemudian ayam didinginkan dan dikemas.
7. ANALISIS
EKONOMI BUDIDAYA
1. Analisis
Usaha Budidaya
Dasar
perhitungan biaya
yang
dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh dalam analisis ini, antara lain
adalah:
1. jenis
ayam yang dipelihara adalah jenis ayam ras pedaging (broiler) dari strain
CP.707.
2. sistem
pemeliharaan yang diterapkan dengan cara intensif pada kandang model postal
3. luas
tanah yang digunakan yaitu 200 m 2 dengan nilai harga sewa tanah dalam 1
ha/tahun adalah Rp 1.000.000,-.
4. kandang
terbuat dari kerangka bambu, lantai tanah, dinding terbuat dari bilah-bilah
bambu denga alas dinding setinggi 30 cm, terbuat dari batu bata yang plester
dan atap menggunakan genting.
5. ukuran
kandang, yaitu tinggi bagian tepinya 2,5 m, lebar kandang 5 m dan lebar bagian
tepi kandang 1,5 m.
6. lokasi
peternakan dekat dengan sumber air dan listrik.
7.
menggunakan alat pemanas (brooder) gasolec dengan bahan bakar gas.
8.
penerangan dengan lampu listrik.
9. umur ayam
yaitu dimulai dari bibit yang berumur 1 hari
10.
litter/alas kandang menggunakan sekam padi.
11. jenis
pakan yang diberikan adalah BR-1 untuk anak ayam umur 0-4 minggu dan BR-2 untuk
umur 4-6 minggu.
12. tingkat
kematian ayam diasumsikan 6%.
13. lama
masa pemeliharaan yaitu 6 minggu (42 hari).
14. berat
rata-rata per ekor ayam diasumsikan 1,75 kg berat hidup pada saat panen.
15. harga
ayam per kg berat hidup, yaitu diasumsikan Rp 2500,-, walau kisaran harga
sampai mencapai Rp 3000,- ditingkat peternak/petani.
16. ayam
dijual pada umur 6 mingu atau 42 hari.
17. nilai
pupuk kandang yaitu Rp 60.000,-.
18. bunga
Bank yaitu 1,5%/bulan
19. nilai
penyusutan kandang diperhitungkan dengan kekuatan masa pakai 6 tahun dan nilai
penyusutan peralatan diperhitungkan dengan masa pakai 5
tahun.
20.
perhitungan analisis biaya ini hanya diperhitungkan sebagai Pedoman dasar,
karena nilai/harga sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.
Adapun
rincian biaya produksi dan modal usaha tani adalah sebagai berikut :
1. Biaya
prasarana produksi
1. Sewa
tanah 200 m 2 selama 2 bulan---------------Rp. 20.000,-
2. Kandang
ukuran 20 x 5 m
* Bambu 180
batang @ Rp 1250,--------------Rp. 225.000,-
* Semen 4
zak @ Rp 7000,--------------------Rp. 28.000,-
* Kapur 30
zak @ Rp 6000,-------------------Rp. 18.000,-
* Genting
2600 bh @ Rp 90,-------------------Rp. 234.000,-
* Paku reng
5 kg @ Rp 2000,------------------Rp. 10.000,-
* Paku usuk
7000 kg @ Rp 1800, -------------Rp. 12.600,-
* Batu bata
1000 buah @ Rp 55,---------------Rp. 55.000,-
* Pasir 1
truk -----------------------------------Rp. 230.000,-
* Tali 28
meter @ Rp 5000, --------------------Rp. 14.000,-
* Tenaga
kerja ----------------------------------Rp. 400.000,-
3. Peralatan
* Tempat
pakan 28 bh @ Rp 5000, ------------ Rp. 140.000,-
* Tempat
minum 32 bh @ Rp 3880, ------------ Rp. 124.000,-
* Sekop 1 bh
----------------------------------- Rp. 7.000,-
* Ember 2 bh
@ Rp 2000, ---------------------- Rp. 4.000,-
* Tong bak
air 1 bh ----------------------------- Rp. 15.000,-
* Ciduk 2 bh
@ Rp 500, ------------------------ Rp. 1.000,-
* Tabung gas
besar 1 bh ------------------------- Rp. 250.000,-
*
Thermometer 1 bh ----------------------------- Rp. 2.000,-
* Regulator
1 bh --------------------------------- Rp. 52.500,-
* Brooder
(gasolec) 1 bh ------------------------ Rp. 15.000,-
* Tali
gantung tmp pakan 120 m @Rp 500,- ----- Rp. 60.000,-
Jumlah biaya
prasarana produksi --------------- Rp. 2.052.000,-
2. Biaya
sarana produksi
1. Bibit DOC
1000 bh @ Rp 900,- -------------------- Rp. 900.000,-
2. Pakan dan
obat-obatan
* BR-1 31
zak (0-4 minggu) @Rp 36.000, ------- Rp. 1.116.000,-
* BR-2 34
zak (4-6 mingu) @ Rp 34.000, -------- Rp. 1.156.000,-
*
obat-obatan @ Rp 150,-/ekor ------------------ Rp. 150.000,-
3. tenaga
kerja pelihara 1,5 bln @ Rp 105.000,- -------- Rp. 157.500,-
4. Lain-lain
---------------------------------------------- Rp. 10.000,-
* sekam padi
alas kandang 1 truk @Rp 60.000,- -- Rp. 60.000,-
* karung
goni bekas 32 kantong @ Rp 300,- ------ Rp. 2.400,-
* pemakaian
listrik selama 0-6 minggu ------------- Rp. 7.000,-
* pemakaian
gas ----------------------------------- Rp. 35.000,-
Jumlah biaya
produksi --------------------------- Rp. 3.583.900,-
3. Biaya
produksi
1. Sewa
tanah 200 m 2 selama 2 bulan ------------------ Rp. 20.000,-
2. Nilai
susut prasarana produksi/2 bln
* kandang
----------------------------------------- Rp. 51.109,-
* Peralatan
Rp 805.660,- : 30 --------------------- Rp. 26.856,-
3. Bibit DOC
1000 ekor --------------------------------- Rp. 900.000,-
4. Pakan dan
obat-obatan -------------------------------- Rp. 2.422.000,-
5. Tenaga
kerja ------------------------------------------- Rp. 157.500,-
6. lain-lain
------------------------------------------------ Rp. 104.400,-
7. Bunga
modal 1,5% per bulan --------------------------- Rp. 84.543,-
8. Bulan
modal 1,5 bulan --------------------------------- Rp. 126.815,-
Jumlah biaya
produksi ---------------------------------- Rp. 3.808.680,-
4.
Pendapatan
1. Total
produksi 1000X94%X1,75 kg X Rp 2500,- ----- Rp. 4.112.500,-
2. Nilai
Pupuk kandang ----------------------------------- Rp. 60.000,-
3. Jumlah
pendapatan ------------------------------------- Rp. 4.172.500,-
4.
Keuntungan -------------------------------------------- Rp. 363.820,-
5. Parameter
kelayakan usaha
1. BEP
Volume Produksi = 870 ekor
2. BEP Harga
Produksi Rp. 3.316.000,-
3. B/C Ratio
= 1,09
4. ROI =
6,45 %
5. Rasio
keuntungan terhadap pendapatan = 8,71 %
6. Tingkat
pengembalian modal = 2,6 th.
2. Gambaran
Peluang Agribisnis
Prospek
agribisnis peternakan untuk ternak ayam broiler cukup baik dimana permintaan
pasar selalu meningkat, sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya
gizi hewani. Produksi ternak ayam broiler saat ini berkembang dengan pesat dan
peluang pasar yang bisa dihandalkan.