Minggu, 30 Juni 2013


PENGARUH ASAM PADA KARBOHIDRAT
DISUSUN OLEH:
NOVANDA BAYU LAKSONO
NIM : C31120792
 
A. PEMBAHASAN
Karbohidrat sangat akrab dengan kehidupan manusia. Karena ia adalah sumber energi utama manusia. Contoh makanan sehari-hari yangmengandung karbohidrat adalah pada tepung, gandum, jagung, beras, kentang, sayur-sayurandan lain sebagainya. Karbohidrat adalah polihidroksildehida dan ketonpolihidroksil atau turunannya. selian itu, ia juga disusn oleh dua sampaidelapan monosakarida yang dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat mempunyairumus umum Cn(H2O)n. Rumus itu membuat paraahli kimia zaman dahulu menganggap karbohidrat adalah hidrat dari karbon. Penting bagi kita untuk lebih banyak mengetahui tentangkarbohidrat beserta reaksi-reaksinya, karena ia sangat penting bagi kehidupan manusia dan mahluk hiduplainnya. Karbohidrat merupakan senyawa yang mengandung gugus fungsi keton atau aldehid, dan gugus hidroksi.
Ditinjau dari gugus fungsi yang diikat:
1. Aldosa: karbohidrat yang mengikat gugus aldehid. Contoh: glukosa, galaktosa, ribosa
2. Ketosa: karbohdrat yang mengikat gugus keton. Contoh: fruktosa
Ditinjau dari hasil hidrolisisnya:
1. Monosakarida: karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih sederhana lagi. Misalnya: glukosa, fruktosa, ribosa, galaktosa
2. Disakarida: karbohidrat yang terbentuk dari kondensasi 2 molekul monosakarida. Misalnya: sukrosa (gula tebu), laktosa (gula susu), dan maltosa (gula pati)
3. Oligosakarida: karbohidrat yang jika dihidrolisis akan terurai menghasilkan 3 – 10 monosakarida, misalnya dekstrin dan maltopentosa
4. Polisakarida: karbohirdat yang terbentuk dari banyak molekul monosakarida. Misalnya pati (amilum), selulosa, dan glikogen.
Beberapa monosakarida penting sebagai berikut.
1. Glukosa
Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis sukrosa (gula tebu) atau pati (amilum). Di alam glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. Dalam alam glukosa dihasilkan dari reaksi antara karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun serta mempunyai sifat:
- Memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan (+52.70)
- Dapat mereduksi larutan fehling dan membuat larutan merah bata
- Dapat difermentasi menghasilkan alkohol (etanol) dengan reaksi sebagai berikut:
C6H12O6 ==> 2C2H5OH + 2CO2
- Dapat mengalami mutarotasi
2. Fruktosa
Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut juga levulosa. Fruktosa mempunyai rasa lebih manis dari pada gula tebu atau sukrosa. Fruktosa dapat dibedakan dari glukosa dengan pereaksi seliwanoff, yaitu larutan resorsinol (1,3 dhidroksi-benzena) dalam asam clorida. Disebut juga sebagai gula buah, dperoleh dari hdrolisis sukrosa; dan mempunyai sifat:
- Memutar bidang polarisasi cahaya ke kiri (-92.40C)
- Dapat mereuksi larutan fehling dan membentuk endapan merah bata
- Dapat difermentasi
3. Galaktosa
Umumnya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa mempunyai sifat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan. Pada proses oksidasi oleh asam nitrat pekat dan dalam keadaan panas galaktosa menghasilkan asam musat yang kurang larut dalam air bila dibandingkan dengan asam sakarat yang dihasilkan oleh oksidasi glukosa. Dapat diperoleh dari hidrolisis gula susu (laktosa), dan mempunyai sifat:
- Dapat mereduksi larutan fehling membentuk endapan merah bata
- Tidak dapat difermentasi
Beberapa disakarida penting sebagai berikut.
1. Laktosa
Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa. Laktosa adalah disakarida pereduksi. Selama proses pencernaan, laktosa mengalami proses hidrolisis enzimatik oleh laktase dari sel-sel mukosa usus.
Beberapa sifat lakotsa:
- Hidrolisis laktosa menghasilkan molekul glukosa dan galaktosa
- Hanya terdapat pada binatang mamalia dan manusia
- Dapat dperoleh dari hasil samping pembuatan keju
- Bereaksi positif terhadap pereaksi fehling, benedict, dan tollens
2. Maltosa
Beberapa sifat maltosa:
- Hidrolisis maltosa menghasilkan 2 molekul glukosa
- Digunakan dalam makanan bayi dan susu bubuk beragi (malted milk)
- Bereaksi positif terhadap pereaksi fehling, benedict, dan tollens
3. Sukrosa
Sukrosa atau gula tebu adalah disakarida dari glukosa dan fruktosa. Sukrosa dibentuk oleh banyak tanaman tetapi tidak terdapat pada hewan tingkat tinggi. Sukrosa mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Hasil yang diperoleh dari reaksi hidrolisis adalah glukosa dan fruktosa dalam jumlah yang ekuimolekular. Sukrosa bereaks negatif terhadap pereaksi fehling, benedict, dan tollens.
Beberapa polisakarida penting.
1. Selulosa
- Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan
- Polimer dari glukosa
- Hirolisis lengkap dengan katalis asam dan enzim akan menghasilkan glukosa
2. Pati atau amilum
- Polimer dari glukosa
- Apabila dilarutkan dalam air panas, pati dapat dipisahkan menjadi amilosa dan amilopektin
- Amilopektin merupakan polimer yang lebih besar dari amilosa
- Hirdolisis parsial akan menghasilkan amilosa
- Hidrolisis lengkap akan menghasilkan glukosa
3. Glikogen
- Hidrolisis glikogen akan menghasilkan glukosa
- Dalam sistem hewan, glikogen digunakan sebagai cadangan makanan (glukosa)
4. Kitin
- Bangungan utama dari hewan beraki banyak seperti kepiting
- Merupakan polimer dari glukosamina
- Hidrolisis akan menghasilkan 2-amino-2-deoksi-glukosa
1.      Uji Molisch
Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. Dehidrasi heksosa menghasilkan senyawa hidroksi metil furfural, sedangkan dehidrasi pentosa menghasilkan senyawa fulfural. Uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan kondensasi antara furfural atau hidroksimetil furfural dengan alpha-naftol dalam pereaksi molish.
2.      Uji Seliwanoff
merupakan uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga ketosa. Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan warna merah pada larutannya.
3.      Uji Anion/Iodin
Uji iodin digunakan untuk medeteksi adanya pati ( suatu polisakarida ). Pada percobaan masing – masing larutan sampel ditambahkan dengan 2 tetes iodin, Iodin yang ditambahkan berfungsi sebagai  indikator suatu senyawa polisakarida.
4.      Uji Bial
Merupakan uji untuk mengetahui ada pentosa. Furtural yang terbentuk dari pentosa akan membentuk warna biru hijau ketika berusaha bereaksi dengan reagen bial. Hidroksimefutural yang terbentuk dari heksosa akan bereaksi dengan orcinol membentuk warna kuning kecoklatan.
B. HASIL PENGAMATAN
1.     Uji Molisch
NO TABUNG
LARUTAN YANG DIGUNAKAN
LARUTAN YANG DITAMBAHKAN
HASIL PENGAMATAN
1
Glukosa (0,02M) sebanyak 1 mL
2 tetes Naptol 5 % + 3 mL larutan H2SO4
Larutan di bawah berwarna bening dan larutan berwarna hitam keunguan mengapung di atas
2
Selulosa (0,01M) sebanyak 1 mL
2 tetes Naptol 5 % + 3 mL larutan H2SO4
Larutan di bawah berwarna bening dan warna ungu mengapung di atas
3
Pati 0,07%
2 tetes Naptol 5 % + 3 mL larutan H2SO4
Larutan di bawah berwarna bening dengan larutan berwarna hitam keunguan
4
Fruktosa (0,01M) sebanyak 1 mL
2 tetes Naptol 5 % + 3 mL larutan H2SO4
Larutan di bawah berwarna bening kekuningan dan larutan berwarna merah kekuningan mengapung di atas
Cara kerja :tabung 1,2,3,4 ditambahkan dua tetes larutan naptol 5% lalu tambah 3 mL larutan H2SO4 secara perlahan dan hati-hati melalui dinding tabung reaksi.
2.     Uji Seliwanoff
NO TABUNG
LARUTAN YANG DIGUNAKAN
LARUTAN YANG DI TAMBAHKAN
HASIL PENGAMATAN
1
Fruktosa (0,01M) sebanyak 2 mL
2 mL HCL5N+ 0,5 mL resorsinal 0,05%
Tidak mengaami perubahan warna
2
Glukosa (0,01M) sebanyak 2 mL
2 mL HCL5N+ 0,5 mL resorsinal 0,05%
Mula-mula berwarna putih menjadi merah muda, serta terdapat endapan berupa pasir berwarna merah kecoklatan pada dasar tabung.
Cara kerja : tabung reaksi 1 dan 2 tambahkan 2 mL HCL5N lalu panaskan selama 30 menit lalu dinginkan dan tambahkan resorsinal 0,5 % sebanyak 0,5 mL.
3.     Uji Bial
NO TABUNG
LARUTAN YANG DIGUNAKAN
LARUTAN YANG DI TAMBAHKAN
HASIL PENGAMATAN
1
Pentosa A
5 mL Px. Bial
Mengalami perubahan warna dari warna biru tua menjadi merah kecoklatan.
2
Pentosa B
5 mL Px. Bial
Terdapat endapan berwarna merah tua, biru, dan merah kecoklatan serta terdapat endapan berupa pasir berwarna merah kecoklatan pada dasar tabung
Cara kerja : Larutan 1 dan 2 ditambahkan larutn Px. Bial sebanyak 5 mL lalu kocok dan panaskan selama 10 menit dan lihat perubahan yang terjadi.
4.      Uji Anthron
NO TABUNG
LARUTAN YANG DIGUNAKAN
LARUTAN YANG DITAMBAHKAN
HASIL PENGAMATAN
1
Larutan anthron
2 mL anion++0,2 mL H2SO4+ 5 mL sakarida 0,01 M
Berwarna kuning dan ada endapan
2
Larutan anthron
2 mL anion+0,2 mL H2S04
Berwarna kuning bening
3
Larutan anthron
+0,2 mL H2SO4+ 5 mL sakarida 0,01 M
Berwarna putih bening
C.KESIMPULAN
Dengan adanya percobaan praktikum ini, kelompok kami jadi dapat mengetahui bagaimana cara mengamati ciri-ciri terjadinya reaksi pengaruh asam terhadap carbohidrat . Dan mengetahui pula bagaimana cara menentukan persamaan reaksi dari suatu larutan yang direaksikan dengan larutan lain.

TUGAS PERTANYAAN
1.      Pada uji seliwanof dan uji bial dperlukan panas untuk mengetahui terjadinya warna sedangkan pada uji molich dan antron tidak dilakukan.mengapa?
2.      Jelaskan prinsip prinsip dasar yang terjadi pembeda keempat pengujian yang dilakukan?
Jawaban
1)      Karena uji seliwanof dan uji bial diperlukan pemanasan dalam waterbath selama beberapa menit agar terlihat perubahannya secara mata telanjang.sedangkan dalam uji molich dan antron tidak perlu menggunakan pemanasan sehingga tidak perlu menggunakan waterbath sudah mengalami reaksi yang bisa dilihat mulai dicampur bahkan dengan dikocok sekali pun
2)      Prinsip prinsip dasar
ü  uji molich
o   berdasarkan larutan
§  Glukosa     0.02 m
§  Cellulose   0.01
§  Pati            0.07
§  Fruktosa    0.01
ü  Uji seliwanof
o   Berdasarkan larutan
§  Glukosa                 0.01
§  Fruktosa                0.01
§  Hcl                                    5n
§  Resal sinol                         0.5 %
ü  Uji bial
o   Berdasarkan larutan
§  Pentose A
§  Pentose B
§  Px bial
ü  Uji antrhone
o   Berdasarkan larutan
§  Larutan antron
§  H₂SO₄ (pekat)
§  Sakarida 0.01 m

Tidak ada komentar:

Posting Komentar