Minggu, 30 Juni 2013

PEMBENTUKAN OSAZON
DISUSUN OLEH:
NOVANDA BAYU LAKSONO
NIM : C31120792

BAB I
LANDASAN TEORI
Karbohidrat adalah poli hidroksi aldehid dan poli hidroksi keton dan meliputi kondensat polimer – polimernya yang terbentuk. Rumus empiris karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut : Cm(H2O)n atau (CH2O). Tetapi ada juga karbohidrat yang mempunyai rumus empiris tidak seperti rumus diatas, yaitu deoksiribosa, deoksiheksosa dan lain- lain (Sudarmanto,dkk,2000).
Semua jenis karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon (C), hydrogen (H), dan Oksigen (O). Perbandingan antara hydrogen dan oksigen pada umumnya adalah 2:1 seperti halnya dalam air; oleh karena itu diberi nama karbohidrat. Dalam bentuk sederhana, formula umum karbohidrat adalah CnH2nOn. Hanya heksosa (6-atom karbon), serta pentosa (5-atom karbon), dan polimernya memegang perana penting dalam ilmu gizi (Almatsier,2001).
Sifat-sifat umum karbohidrat menurut Soeharsono (1978), adalah sebagai berikut:
a.Daya mereduksi
Bilamana monosakarida seperti glukosa dan fruktosa ditambahkan ke dalam larutan luff maupun benedict maka akan timbul endapan warna merah bata. Sedangkan sakarosa tidak dapat menyebabkan perubahan warna. Perbedaan ini disebabkan pada monosakarida terdapat gugus karbonil yang reduktif, sedangkan pada sakarosa tidak. Gugus reduktif pada sakarosa terdapat pada atom C nomor 1 pada glukosa sedangkan pada fruktosa pada atom C nomor 2. Jika atom-atom tersebut saling mengikat maka daya reduksinya akan hilang, seperti apa yang terjadi pada sakarosa.
Larutan yang dipergunakan untuk menguji daya mereduksi suatu disakarida adalah larutan benedict. Unsur atau ion yang penting yang terdapat pada larutan tersebut adalah Cu2+ yang berwarna biru. Gula reduksi akan mengubah atau mereduksi ion Cu2+ menjadi Cu+ (Cu2O) yang mengendap dan berwarna merah bata. Zat pereduksi itu sendiri akan berubah menjadi asam.
b.Pengaruh asam
Monosakarida stabil terhadap asam mineral encer dan panas. Asam yang pekat akan menyebabkan dehidrasi menjadi furfural, yaitu suatu turunan aldehid.
c.Pengaruh alkali
Larutan basa encer pada suhu kamar akan mengubah sakarida. Perubahan ini terjadi pada atom C anomerik dan atom C tetangganya tanpa mempengaruhi atom-atom C lainnya. Jika D-glukosa dituangi larutan basa encer maka sakarida itu akan berubah menjadi campuran: D-glukosa, D-manosa, D-fruktosa. Perubahan menjadi senyawaan tersebut melalui bentuk-bentuk enediolnya. Bilamana basa yang digunakan berkadar tinggi maka akan terjadi fragmentasi atau polimerisasi. Sehingga monosakarida akan mudah mengalami dekomposisi dan menghasilkan pencoklatan non-enzimatis bila dipanaskan dalam suasana basa. Tetapi pada disakarida dalam suasana sedikit basa akan lebih stabil terhadap reaksi hidrolisis(Soeharsono,1978).
Pembentukan Osazon
Semua karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas akan membentuk osazon bila dipanaskan bersama fenilhidrazina berlebih. Osazon yang terjadi mempunyai bentuk kristal dan titik lebur yang khas bagi masing-masing karbohidrat. Hal ini sangat penting karena dapat digunakan untuk mengidentifikasi karbohidrat dan merupakan salah satu cara untuk membedakan beberapa monosakarida, misalnya antara glukosa dan galaktosa yang terdapat dalam urine wanita dalam masa menyusui. (McGilvery&Goldstein, 1996)
BAB II
METODOLOGI
 Waktu dan Tempat
            Praktikum Daya reduksi karbohidrat ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Politeknik Negeri Jember. Waktu yang di gunakan yaitu hari Senin 25 Maret 2013 mulai pukul 09.30 WIB sampai selesai.
1.                  PRAKTIKUM 1 ( Pengaruh alkali dengan uji benedict)
ALAT : 
1.                  Tabung reaksi 2 buah
2.                  Waterbath
3.                  Pipet ukur
4.                  Pipet tetes
BAHAN
1.                  Glukosa 0,01 M
2.                   Na2NO3
3.                  Larutan benedict
CARA KERJA :
1.masukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 2 ml glukosa dan di tambahkan sedikit Na2NO3  
2.kemudian di bagi rata ke dalam kedua tabung
3. pada tabung 2 di dinginkan selama 30 menit
4. tabung 1 dan 2  di beri 2 ml larutan benedict dan kemudian panaskan selama 10 menit
5. amati perubahan yang tejadi
2.                  PRAKTIKUM 2 ( pembentukan osazon )
Alat :
1.                  Tabung reaksi 3 buah
2.                  Pipet  tetes
3.                  Pipet ukur
4.                  Penjepit tabung
5.                  Busen pemanas
Bahan :
1.                  5 ml glukosa 0,01 M
2.                  5 ml fruktosa 0,1 M
3.                  5 ml arabinosa  0,1 M
4.                  Larutan asam asetat
5.                  Larutan fenilhidrazine
Cara kerja :
1.                  Siapkan 3 buah tabung reaksi
2.                  Masukkan tiga tabung msing-masing di isi 5 ml glukosa 0,01 M pada tabung 1; 5 ml fruktosa 0,1 Mpada tabung 2; 5 ml arabinosa  0,1 Mpada tabung .
3.                  Tambahkan 10 tetes asam asetat ke masing-masing tabung reaksi
4.                  Tambahkan sedikit  larutan fenilhidrazine
5.                  Panaskan hingga terbentuk Kristal
6.                  Kemudian amati mikroskop
7.                  Gambar masing –masing Kristal
BAB III
HASIL PENELITIAN
1.                  PRAKTIKUM 1
No Tabung
Larutan Glukosa O,O1 M
Na2no3  
Larutan Benedict
Di Panaskan
Keterangan
1
2 ml
Sedikit(1/2 sendok)
2 ml
Selama 10 menit
Coklat terdapat endapan putih
2
2 ml
Sedikit(1/2 sendok)
2 ml
Pertama dipanaskan 30 menit kemudian 10 menit
Coklat terdapat endapan merah bata
2.                  PRAKTIKUM 2
No
Larutan
Keterangan
1
5 mil glukosa + 10 tetes asam asetat + 3 tetes fenilhidrazine

2
5 mil fruktosa + 10 tetes asam asetat + 3 tetes fenilhidrazine

3
5 mil anabinosa + 10 tetes asam asetat + 3 tetes fenilhidrazine

BAB IV
PEMBAHASAN
PRAKTIKUM 1 ( Pengaruh alkali ddengan uji benedict)
Dalam melakukan uji benedict ini menggunakan 2 sampel yang berbeda, pada masing- masing tabung di beri 2 ml larutan glukosa 0,01 M dan di tambahkan  sedikit Na2NO3   . kemudian pada tabung 2 di panaskan selama 30 menit kemudian dinginkan. Selanjutnya pada masing-masing tabung di tambahkan 2 ml larutan benedict dan di panaskan selama 10 menit . hasil yang di dapatkan pada tabung satu mengalami perubahan warna yang semula putih keruh menjadi coklat dan terdapat endapan putih, sedangkan pada tabung 2 warna yang semula putih keruh menjadi orensdan terdapat endapat merah bata.
            Uji benedict ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya gugus reduksi pada glukosa,sukrosa dan maltodekstrin. Gugus reduksi ini mempunyai daya untuk mereduksi. Kemampuan ini disebabkan karena kandungan gugus reduktif yang mempunyai batasan yaitu gugus -OH bebas yang terikat pada atom C hemiasetal. Menurut Sudarmadji (2003), Gula reduksi dengan larutan Benedict (campuran garam kuprisulfat, Natrium sitrat, Natrium karbonat) akan terjadi reaksi reduksi-oksidasi dan dihasilkan endapan berwarna merah bata dari kuprooksida. Jadi kriteria untuk reaksi positif adalah terbentuknya endapan kuprooksida dengan warna merah bata. Sehingga pada hasil pengamatan pada tabung kedua menunjukkan reaksi positif sedangkan pada tabung pertama tidak menunjukkan reaksi positif


PRAKTIKUM 2 ( Pembentukan Osazon)
            Dalam pengujian ini menggunakan sampel 5 ml glukosa 0,01 M pada tabung 1 ; 5 ml fruktosa 0,1 M pada tabung 2 ; 5 ml arabinosa pada tabung 3. Kemudian di tambahkan 10 tetes asam aseetat pada masing-masing tabung.  Lalu di tambahkan pula 3 tetes fenilhidrazine pada masing-masing tabung. Kemudian di panaskan dengan busen pemanas sampai berubah menjadi kristal dan di amati dengan menggunakan mikroskop. Hasil yang di dapatkan terjadi perbedaan bentuk kristal pada masing-masing tabung.
            Pada uji Osazon, yang mendasarinya adalah pemanasan karbohidrat yang memiliki gugus aldehida atau keton bersama fenilhidrazin berlebihan akan membentuk hidrazon atao osazon. Osazon yang terbentuk mempunyai bentuk kristal dan titik lebur yang spesifik.
Osazon dari disakarida larut dalam air mendidih dan terbentuk kembali bila didinginkan, namun sukrosa tidak membentuk osazon karena gugus aldehida dan keton yang terikat pada monomernya sudah tidak bebas., sebaliknya osazon monosakarida tidak larut dalam air mendidih.
          
 
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan, dapat di simpulkan bahwa :
1.      Pada pengujian pengaruh alkali dengan menggunakan uji benedict adanya endapan merah bata menunjukkan reaksi positif.
2.      Pada pengujian pembentukan osazon terjadi perbedaan bentuk kristal pada masing-masing tabung.

1 komentar: