PENGUJIAN SIFAT DAN REAKSI KIMIA LEMAK
DISUSUN OLEH:
NOVANDA
BAYU LAKSONO
A.
TEORI
Lemak
merupakan senyawa yang tidak laarut dalam air. Lemak adaah salah satu bentuk
dari lipida dalam tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi. Lemak adalah
salah satu bentuk dari lipida dalam
tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi. Hidrolisa dari suatu lemak akan di
hasilkan satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak. Lemak dan minyak
keduanya adalah lemak sederhana, perbedaannya terletak pada banyaknya ikatan rangkap (ketidak jenuh).
Lemak dan minyak termasuk dalam kelompok lipid, yang pada
umumnya bersifat tidak larut dalam air.Leamak merupakan bahan padat pada suhu
kamar, disebabkan kandungan yang tinggi akan asam lemak jenuh yang secara kimia
tidak mengandung ikatan rangkap, sehingga mempunyai titik lebur yang lebih
tnggi. Asam lmak jenuh yang terdapat di alam adalah asam palmitat dan asm
streat.
Minyak merupakan bahan cair di antaranya disebabkan
rendahnya kandungan asam lemah jenuh dan tingginya kandungan asam lemak yang
tidak jenuh, yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap diantara atm-atom
karbonnya, sehingga mempunyai titik lebur yang rendah untuk menghilangkan
ikatan rangkap bisa di lakukan dengan cara hidrogenesi yang dapat merubah dari
bentuk cair ke bentuk padat.
B.
ALAT DAN
BAHAN
I.
Alat
·
Tabung
reaksi
·
Rak
tabung reaksi
·
Pipet
Volume
II.
Bahan
·
Akuades
·
Bensin
·
Na2CO3
·
Eter
·
Minyak
kelapa
C.
CARA
KERJA
a.
Siapkan
4 tabung reaksi
b.
Tabung
pertama diisi dengan 1 mL akuades, tabung kedua diisi 1 mL bensin, tabung
ketiga diisi dengan 1 mL Na2CO3 dan tabung keempat diisi dengan 1 mL Eter
c.
Tabahkan
1 mL minyak kelapa pada masing-masing tabung
d.
Kocok
sampai homogen dan biarkan beberapa saat
e.
Amati
perubahan yang terjadi
f.
Ulangi
percobaan 1 kali lagi
D.
HASIL PENGAMATAN
no
|
Jenis larutan
|
Hasil pengamatan
|
1
|
Aquades dan minyak
|
Tidak tercampur dan berubah warna menjadi putih tulang (terdapat emulsi )
|
2
|
Bensin dan minyak
|
Tercampur menjadi warna berubah keruh (larut sempurna)
|
3
|
Na2CO3 dan minyak
|
Tidak tercampur dan terdapat cincin pembatas dan minyak menjadi minyak
putih tulang ( ada emolsi )
|
4
|
Eter dan minyak
|
Larutan masih menyatu dan warna menjadi cerah (larut sempurna )
|
E.
PEMBAHASAN
Tabung pertama di isi dengan 1 mL aquades di tambahkan
dengan 1 mL minyak, menghasilkan perubahan warna menjadi putih tulang dan
terdapat emulsi namun kedua larutan tersebut tidak tercampur. Tabung kedua di
isi dengan 1 mL bensin di campur dengan
1 mL minyak, menghasilkan reaksi perubahan berupa larutan berubah warna menjadi
keruh dan kedua larutan tercampur menjadi larut sempurna. Tabung ketiga di isi
dengan 1 mL Na2CO3 di campur dengan 1 mL minyak, menghasilkan
reaksi berupa minyak berubah warna menjadi putih tulang namun kedua larutan
tidak tercampur dan terdapat cincin pembatas. Pada tabung keempat diisi dengan
eter sebanyak 1 mL kemudian di campur dengan minyak sebanyak 1 mL menghasilkan
reaksi berupa perubahan pada larutan tersebut menjadi cerah dan kedua larutan
menyatu menjadi larut sempurna.
F.
KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah saya
lakukan dapat disimpulkan :
1.
Minyak hanyak dapat bercampur pada
larutan tertentu dan membentuk larutan sempurna.
2.
Minyak bercampur dengan larutan yang
mengandung –OH dapat menyatu dan membentuk larutan yang sempurna.

siippp..terimakasih atas infonya
BalasHapus