AKTIVASI ENZIM BROMELIN DAN ENZIM PAPAIN
DISUSUN OLEH:
NOVANDA
BAYU LAKSONO
NIM
: C31120792
BAB I
LANDASAN TEORI
Keempuan daging banyak di tentukan
setidaknya oleh 3 komponen daging, yaitu stuktur miofiiibliar dan status
kontraksinya, kandungan jaringan ikat dan tingkat ikatan silangnya dan daya ikat
air oleh protein serta jus daging.
Kolagen didegradasi pada temperature
yang lebih tinggi, karena protein alami tahan terhadap proteolisis oleh papain
dan protein tanman lain yang sejenis. Papain, bromelin dari nanas menghasilkan
perubahan kempukan awal dan residu serabut-serabut jaringan ikat, sedangkan
proteolik tunggal dan bacteria hanya mempengaruhi keempukan awal terhadap
protein-protein serabut otot.
Penambahan larutan enzim pada
potongan-potongan daging yang tipis sebelum pemasakan, misalnya melalui
lubang-lubang tusukan garbu, akan memudahkan penetrasi larutan yang mengandung
enzim proteolik tanaman juga dapat dipergunakan, namun enzim biasanya tidak
cukup mampu memasuki daging, sehingga bagian dalam daging tyidak trpengaruh.
Keempukan daging kering beku dapat ditingkatkan dengan cara rehidrasi didalam
larutan yang mengandung enzim-enzim proteolik.
BAB II
METODOLOGI
2.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Daya reduksi karbohidrat ini
dilaksanakan di Laboratorium Analisis Politeknik Negeri Jember. Waktu yang di
gunakan yaitu hari Senin 20 Mei 2013 mulai pukul 09.30 WIB sampai selesai.
2.2 Alat Dan Bahan
a. Alat
1. Beaker glass
2. gelas ukur
b. Bahan
1. Uji Amilase
2. Jus nanas
3. Enzim papain
2.3 Pelaksanaan Praktikum
1. Siapkan 4 buahbeaker glass yang
masing-masing diisi potong daging.
2. beaker glass pertama dan kedua diisi dengan
jus nanas dua jam sebelum praktikum dimulai.
3. Untuk beaker glass pertama masukkan kedalam
lemari pendingin, sedangkan beaker galss kedua disimpan dalam suhu kamar.
4. Beaker glass ketiga dan keempat diidi dengan
jus nanas satu jam sebelum praktikum dimulai.
5. Untuk beaker glass ketiga masukkan kedalam
lemari pendingin, sedangkan beaker galss keempat disimpan dalam suhu kamar.
Amati pereubahan yang terjadi.
6. Siapkan 4 buahbeaker glass yang
masing-masing diisi potong daging
7. beaker glass pertama dan kedua diisi dengan
enzim papain dua jam sebelum praktikum dimulai.
8. Untuk beaker glass pertama masukkan kedalam
lemari pendingin, sedangkan beaker galss kedua disimpan dalam suhu kamar.
9. Beaker glass ketiga dan keempat diidi dengan
enzim papain satu jam sebelum praktikum dimulai.
10. Beaker glass ketiga masukkan kedalam lemari
pendingin, sedangkan beaker galss keempat disimpan dalam suhu kamar. Amati
pereubahan yang terjadi
BAB III
HASIL PENGAMATAN
1. Enzim
Bromelin
No
|
Larutan
|
Waktu penyimpanan
|
Suhu penyimpanan
|
Kondisi daging
|
1
|
Jus nanas
|
1 jam
|
Suhu kamar
|
Warna : merah segar
Bau : amis
Tekstur : lebih empuk
|
2
|
Jus nanas
|
1 jam
|
Lemari es
|
Warna : merah segar
Bau : amis
Tekstur : empuk
|
3
|
Jus nanas
|
2 jam
|
Suhu kamar
|
Warna : merah segar
Bau : amis
Tekstur : sangat empuk
|
4
|
Jus nanas
|
2 jam
|
Lemari es
|
Warna : merah segar
Bau : amis
Tekstur : agak empuk
|
2.
Ezim Papain
No
|
Larutan
|
Waktu penyimpanan
|
Suhu penyimpanan
|
Kondisi daging
|
1
|
Ezim
Papain
|
1 jam
|
Suhu kamar
|
Warna : merah pucat
Bau : amis
Tekstur :sangat empuk
|
2
|
Ezim
Papain
|
1 jam
|
Lemari es
|
Warna : merah pucat
Bau : amis
Tekstur : empuk
|
3
|
Ezim
Papain
|
2 jam
|
Suhu kamar
|
Warna : merah pucat
Bau : amis
Tekstur : sangat empuk sekali
|
4
|
Ezim
Papain
|
2 jam
|
Lemari es
|
Warna : merah pucat
Bau : amis
Tekstur : agak empuk
|
BAB 1V
PEMBAHASAN
Jus nanas mengandung enzim bromelin (enzim protease yang dapat
menghidrolisa protein, protease atau peptide), sehingga dapat digunakan untuk
melunakkan daging . Enzim tersebut akan bekerja secara optimal tergantung dari
konsentrasi yang diberikan. Sama halnya dengan enzim papain yang bekerja
optimal pada suhu tertentu. Enzim bromelain mampu menguraikan serat-serat
daging, sehingga daging menjadi lebih empuk.
Proses pengempukan terjadi karena proteolisis
pada berbagai fraksi protein daging oleh enzim. Proteolisis kolagen menjadi
hidroksiprolin mengakibatkan shear force kolagen berkurang sehingga keempukan
daging meningkat . Proteolisis miofibril menghasilkan fragmen protein dengan
rantai peptida lebih pendek. Semakin banyak terjadi proteolisis pada miofibril,
maka semakin banyak protein terlarut dalam larutan garam encer .
Terhidrolisisnya kolagen dan miofibril menyebabkan hilangnya ikatan antarserat
dan juga pemecahan serat menjadi fragmen yang lebih pendek, menjadikan sifat
serat otot lebih mudah terpisah sehingga daging semakin empuk.
Dalam tabel hasil pengamatan dapat dilihat
bahwa daging yang diberi enzim bromelin dalam suhu kamar lebih bekerja optimal
mengempukkan daging sapi dibandingkan dengan daging sapi yang diberi enzim
bromelin pada suhu lemari es. Sama halnya dengan daging sapi yang diberi enzim
papain dan ditempatkan dalam suhu kamar hasilnya lebih optimal dapat
mengempukkan daging sapi dibandingkan dengan daging sapi yang diberi enzim
papain dan di tempatkan pada suhu lemari es.
Burges dan Shaw dalam
Godfrey dan Reichet (1986) menyatakan bahwa enzim akan bekerja secara
optimal tergantung dari konsentrasi yang diberikan yaitu suhu. Lebih lanjut
sebagian protein akan mengalami denaturasi bila suhunya dinaikkan yang
mengakibatkan konsentrasi efektif enzim akan menurun dan daya kerja enzim akan
menurun pula. Suhu optimum enzim bromelin adalah 50 sampai 60oC,
tetapi pada kisaran 30 sampai 60oC enzim masih bisa bekerja dengan
baik . Berdasarkan percobaan. terbukti bahwa suhu berpengaruh terhadap
optimalnya kerja enzim, dengan kata lain baik enzim bromelin maupun enzim
papain dapat bereaksi optimal pada suhu kamar.
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan
pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
a. Suhu mempengaruhi kerja
enzim, yaitu bahwa suhu kamar akan membuat enzim bereaksi lebih optimal
b. Enzim bromelin dan enzim papain mampu menguraikan
serat-serat daging sehingga daging menjadi lebih empuk.
c. Buah nanas mengandung
enzim bromelin yang dapat melunakkan daging
d. Enzim
papain mampu melakukan proses pemecahan jaringan ikat yang disebut proses
proteolitik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar