BAHAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA
DISUSUN OLEH:
NOVANDA
BAYU LAKSONO
NIM
: C31120792
Pakan adalah sumber
gizi bagi ternak dan pakan ini merupakan kebutuhan primer satu-satunya pada
ternak berbeda dengan manusia yang memiliki tiga kebutuhan primer, Pakan ini
berguna untuk pertumbuhan serta produksi. Pakan yang bisa dikategorikan HMT
adalah rumput atau hijkauna yang memiliki nilai kandungan gizi yang cukup
sesuao kebutuhan ternak khususnya ruminansia. Ada
berbagai macam pakan ternak yang dapat di berikan kepada ternak ruminansia,
yaitu :
·
Hijauan
Segar atau pasture
Adalah pakan
ternak sapi yang berasal dari rumput-rumput yang tumbuh secara liar
ataupun yang dibudidayakan seperti rumput gajah,rumput alang-alang,dan
lain-lain.
·
Hijauan
kering atau Jerami
Berasal dari
batang tanaman yang dikeringkan seperti contoh jerami,kulit kacang,banggas tebu,dan
lain-lain.
·
Kacang-kacangan
Contoh
kacang-kacanganyng dimaksud adalah seperti : lamtoro (Leucaena leucocephala),
stylo (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens), Pueraria
phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain.
·
Daun-daunan
Adalah
makanan hijau untuk sapi yang buakan berasal dari rumput tapi dari tanaman lain
seperti contoh : daun nangka,daun pisang,daun turi dan lain-lain.
·
Silase
Silase
berasal dari hijau-hijauan yang disimpan tapi masih dalam keadaan segar.contoh
: silase jagung,silase rumput,silase daun-daunan,dan lain-lain.
Berikut adalah hasil pengamatan bahan pakan ternak
yang ada di kandang sapi Ploiteknik Negeri Jember.
1.
Rumput
Gajah (Pennisetum purpureum)
Rumput
gajah merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek,
dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Namun ke langsungan hidup serbuk
sari sangat kurang sehingga menjadi penyebab utama dari penentuan biji yang
lazimnya buruk. Disamping itu, kecambahnya lemah dan lambat.Komposisi
gizi rumput gajah (bahan kering)
|
Bahan kering
|
Prosentase (%)
|
|
Protein kasar
|
10.19
|
|
Serat Kasar
|
34.15
|
|
Lemak
|
1.64
|
|
Abu
|
11.73
|
|
BETN
|
42.29
|
Bagian yang
dapat dicerna dari rumput gajah yaitu :
|
Bahan kering
|
Prosentase
(%)
|
|
Protein kasar
|
5.92
|
|
Serat Kasar
|
22.74
|
|
Lemak
|
0.84
|
|
BETN
|
25.6
|
Namun saat ini terdapat gagasan agar rumput gajah dapan di manfaatkan dengan
semaksimal mungkin. Caranya dengan mencacah atau rumput tersebut sebelum di
berikan kepada hewan ternak. Kita tidak perlu mencacahnya secara manual
karena dan terjaga dalam efisiensi
waktunya . Seiring berkembangnya teknologi , telah di temukan rancangan mesin
pencacah rumput atau lebih sering di kenal dengan nama (Chopper). Alat ini mampu mencacah seluruh bagian dari rumput
terutama rumput gajah sehingga semua bagian dari rumput tersebut dapat
bercampur dengan rata, sehingga ternak tidak dapat lagi memilah-milah bagian
yang paling di sukai dan dapat termakan seluruh bagiannya. Kelemahan rumput
gajah yang sudah di chopper ini adalah harus disediakan dalam keadaan segar
atau masih baru di cacah, karena jika penyajian dalam selang waktu yang lama
akan dapat mengurangi aroma segar dan cacahan tersebut akan kering sehingga
ternak tidak mempunyai selera lagi untuk memakanya.
2.
Gamal (Gliricidia sepium)
Pemberian
daun gamal (gliricidia) segar pada domba dapat meningkatkan pertambahan bobot
badan, penampilan, reproduksi dan produksi. Tanaman ini merupakan salah satu
tanaman leguminosa pohon tropis yang multi fungsi baik sebagai kayu bakar,
tanaman pagar, pakan ternak dan pencegah erosi. Biasanya ternak (kususnya
ruminansia ) memakan daunnya dan kulit batangnya. Hasil yang terbaik dalam
penanaman gamal yaitu dengan menggunakan stek yang berdiameter 3,6-4,0 cm,
kemudian menggunakan batang bawah dan panjang stek 45 cm, masing-masing
memiliki tingkat pertumbuhan 60%, 55% dan 70%. Pemotongan pertama untuk tanaman
yang ditanam melalui biji, sebaiknya setelah berumur 1-2 tahun dengan tinggi
potong 1 meter.
Batas
maksimum penggunaan dalam ransum ayam broiler 5% dan ayam petelur 2,5%. Pemberian
daun Gamal pada ayam berupa tepung daun yang dicampur dengan bahan pakan
lainnya. Pemberian tepung daun sebanyak 2,5% sudah cukup untuk memberikan warna
kuning yang cerah, pemberian yang lebih tinggi tidak banyak meningkatkan warna
kuning telur.
|
Komposisi
Nilai Nutrisi Gamal
|
|
|
Parameter
|
%
|
|
Protein
Kasar
Lemak
Energi
Kasar kkal / kg
SDN
Lignin
Abu
|
25,17
2,9
19,89
35,0
8,6
8,8
2,7
|
3. Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Lamtoro
dapat digunakan sebagai sumber nitrogen fermentable di dalam rumen dan
untuk mensuplai protein by-pass pada usus halus. Penggunaan lamtoro
dalam bentuk segar sebagai suplemen pada hijauan yang berkualitas rendah pada
kambing menunjukkan bahwa kira-kira 65% dari protein lamtoro didegradasi dalam
rumen, sementara diduga bahwa hanya 40% protein lamtoro yang didegradasi dalam
rumen jika lamtoro kering digunakan sebagai suplemen pada makanan domba sama
dengan ransum basal.
By-pass
protein penting bagi ternak ruminansia karena besar persentase protein
terdegradasi dalam rumen diserap sebagai amonia dan jika konsentrasinnya dalam
rumen tinggi bisa hilang melalui urine sebagai urea. Pada kambing yang sedang
berproduksi ini merupakan pemanfaatan protein yang tidak efisien, sehingga
meningkatkan jumlah protein yang melewati ke usus (by-pass) akan lebih efisien.
Dalam hijauan sekitar 20-30% dari protein dikandungnya adalah protein bypass,
namun untuk ternak yang sedang tumbuh atau menyusui kebutuhan protein by-pass
mencapai 32-40% dari total kebutuhan protein.
4. Jerami
Jerami padi
melimpah selama musim hujan, namun langka pada musim kemarau. Jumlahnya
cukup besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan, potensinya sebagai salah satu
sumber makanan ternak memang memiliki nulai nutrisi yang relatif rendah.
Sejauh ini,
pemanfaatan jerami padi sebagai pakan baru mencapai 31-39 %, sedangkan yang
dibakar atau dikembalikan ke tanah sebagai pupuk 36-62 %, dan sekitar 7-16 %
digunakan untuk keperluan industri.
Kandungan gizi jerami padi
terdiri atas :
·
Protein
kasar 4,5 %
·
Serat
kasar 35 %
·
Lemak
kasar 1,55 %
·
Abu
16,5 %
·
Kalsium
0,19 %
·
Fosfor
0,1 %
·
Energi
TDN (Total Digestible Nutrients) 43 %
·
Energi
DE (Digestible Energy) 1,9 kkal/kg
·
dan
Lignin
yang sangat tinggi.
Jika jerami
padi langsung diberikan kepada ternak, maka daya cernanya rendah dan proses
pencernaannya lambat, sehingga total yang dimakan per satuan waktunya menjadi
sedikit.
Penghambat
daya cerna pada jerami adalah kandungan lignin, silika dan kutin yang relatif
tinggi karena jerami adalah tanaman yang sudah tua dan telah melewati fase
generatif (sudah berbuah). Namun potensi jerami sebagai sumber energi
cukup baik. Efektifitas cerna mikroorganisme ditingkatkan agar dapat
menghancurkan lignin, silika dan kutin, di samping itu masih dapat meningkatkan
kandungan protein.
Daya cerna
30 % ( seandainya makan 10 kg jerami maka yang diserap hanya 3 kg lainnya
menjadi kotoran ), bandingkan dengan rumput gajah dimana protein 8,4 –11,4 % –
lemak 1,7 – 1,9 % – serat kasar 29,5 – 33 % – daya cerna 52 %, dari
perbandingan tersebut terlihat bahwa jerami terlalu kasar dan sangat sulit
dicerna disamping kandungan protein dan lemak yang sedikit. Walaupun pada kenyataannyajerami padi miskin
akan zat-zat makanan, namun sekitar 40 persen dapat dicerna sebagai
sumber energi dalam proses pencernaan ternak ruminansia. Rendahnya
daya cerna ini disebabkan oleh adanya Lignin dan silika yang
menngikat Cellulosa dan Hemicellulosa dalam bentuk
ikatan rangkap .
5. Daun Cacah
(chapper)
Produksi hijauan di
kebun rumput baik itu rumput Gajah ataupun rumput Raja bila melebihi atau
melewati umur potong akan mengurangi kulitas hijauan tesebut, untuk
mengoptimalkan produksi dan menjaga kualitas, pemotongan dilakukan harus tepat
waktu. Umur potong rumput yang optimal pada 7 minggu atau 50 hari. Bila
produksi rumput berlebih dan akan dibuat silase untuk stok perlu pengurangan
kadar air rumput dengan cara disimpan berdiri jangan di tidurkan atau ditumpuk
untuk menghidarkan dari kerusakan selama 2 - 3 hari, dan harus disimpan
terlindung atau di bawah atap.
Setelah disimpan selama 2-3hari dan kandungan air berkurang cacah rumput tersebut dengan panjang cacahan 10-50mm.
Setelah disimpan selama 2-3hari dan kandungan air berkurang cacah rumput tersebut dengan panjang cacahan 10-50mm.
Komposisi kandungan nutrisi:
·
serat kasar 30,86%
·
lemak 2,24%
·
abu 15,96%, dan
·
protein kasar 9,66%
·
BETN 41,34%

Tidak ada komentar:
Posting Komentar