Minggu, 30 Juni 2013

BAHAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA

DISUSUN OLEH:
NOVANDA BAYU LAKSONO
NIM : C31120792

Pakan adalah sumber gizi bagi ternak dan pakan ini merupakan kebutuhan primer satu-satunya pada ternak berbeda dengan manusia yang memiliki tiga kebutuhan primer, Pakan ini berguna untuk pertumbuhan serta produksi. Pakan yang bisa dikategorikan HMT adalah rumput atau hijkauna yang memiliki nilai kandungan gizi yang cukup sesuao kebutuhan ternak khususnya ruminansia. Ada berbagai macam pakan ternak yang dapat di berikan kepada ternak ruminansia, yaitu :
·            Hijauan Segar atau pasture
Adalah pakan ternak sapi yang berasal dari rumput-rumput yang tumbuh secara liar ataupun yang dibudidayakan seperti rumput gajah,rumput alang-alang,dan lain-lain.
·            Hijauan kering atau Jerami
Berasal dari batang tanaman yang dikeringkan seperti contoh jerami,kulit kacang,banggas tebu,dan lain-lain.
·            Kacang-kacangan
Contoh kacang-kacanganyng dimaksud adalah seperti : lamtoro (Leucaena leucocephala), stylo (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens), Pueraria phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain.
·            Daun-daunan
Adalah makanan hijau untuk sapi yang buakan berasal dari rumput tapi dari tanaman lain seperti contoh : daun nangka,daun pisang,daun turi dan lain-lain.
·         Silase
Silase berasal dari hijau-hijauan yang disimpan tapi masih dalam keadaan segar.contoh : silase jagung,silase rumput,silase daun-daunan,dan lain-lain.
Berikut adalah hasil pengamatan bahan pakan ternak yang ada di kandang sapi Ploiteknik Negeri Jember.
1.     Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)
Rumput gajah merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Namun ke langsungan hidup serbuk sari sangat kurang sehingga menjadi penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk. Disamping itu, kecambahnya lemah dan lambat.Komposisi gizi rumput gajah (bahan kering)
Bahan kering
Prosentase (%)
Protein kasar
10.19
Serat Kasar
34.15
Lemak
1.64
Abu
11.73
BETN
42.29
Bagian yang dapat dicerna dari rumput gajah yaitu :
Bahan kering
Prosentase (%)
Protein kasar
5.92
Serat Kasar
22.74
Lemak
0.84
BETN
25.6
 Namun saat ini terdapat gagasan  agar rumput gajah dapan di manfaatkan dengan semaksimal mungkin. Caranya dengan mencacah atau rumput tersebut sebelum di berikan kepada hewan ternak. Kita tidak perlu mencacahnya secara manual karena  dan terjaga dalam efisiensi waktunya . Seiring berkembangnya teknologi , telah di temukan rancangan mesin pencacah rumput atau lebih sering di kenal dengan nama (Chopper). Alat ini mampu mencacah seluruh bagian dari rumput terutama rumput gajah sehingga semua bagian dari rumput tersebut dapat bercampur dengan rata, sehingga ternak tidak dapat lagi memilah-milah bagian yang paling di sukai dan dapat termakan seluruh bagiannya. Kelemahan rumput gajah yang sudah di chopper ini adalah harus disediakan dalam keadaan segar atau masih baru di cacah, karena jika penyajian dalam selang waktu yang lama akan dapat mengurangi aroma segar dan cacahan tersebut akan kering sehingga ternak tidak mempunyai selera lagi untuk memakanya.
2.     Gamal  (Gliricidia sepium)
Pemberian daun gamal (gliricidia) segar pada domba dapat meningkatkan pertambahan bobot badan, penampilan, reproduksi dan produksi. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman leguminosa pohon tropis yang multi fungsi baik sebagai kayu bakar, tanaman pagar, pakan ternak dan pencegah erosi. Biasanya ternak (kususnya ruminansia ) memakan daunnya dan kulit batangnya. Hasil yang terbaik dalam penanaman gamal yaitu dengan menggunakan stek yang berdiameter 3,6-4,0 cm, kemudian menggunakan batang bawah dan panjang stek 45 cm, masing-masing memiliki tingkat pertumbuhan 60%, 55% dan 70%. Pemotongan pertama untuk tanaman yang ditanam melalui biji, sebaiknya setelah berumur 1-2 tahun dengan tinggi potong 1 meter.
Batas maksimum penggunaan dalam ransum ayam broiler 5% dan ayam petelur 2,5%. Pemberian daun Gamal pada ayam berupa tepung daun yang dicampur dengan bahan pakan lainnya. Pemberian tepung daun sebanyak 2,5% sudah cukup untuk memberikan warna kuning yang cerah, pemberian yang lebih tinggi tidak banyak meningkatkan warna kuning telur.
Komposisi Nilai Nutrisi Gamal
Parameter
%
Protein Kasar
Lemak
Energi Kasar kkal / kg
SDN
Lignin
Abu
25,17
2,9
19,89
35,0
8,6
8,8
2,7
3.      Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Lamtoro dapat digunakan sebagai sumber nitrogen fermentable di dalam rumen dan untuk mensuplai protein by-pass pada usus halus. Penggunaan lamtoro dalam bentuk segar sebagai suplemen pada hijauan yang berkualitas rendah pada kambing menunjukkan bahwa kira-kira 65% dari protein lamtoro didegradasi dalam rumen, sementara diduga bahwa hanya 40% protein lamtoro yang didegradasi dalam rumen jika lamtoro kering digunakan sebagai suplemen pada makanan domba sama dengan ransum basal.
By-pass protein penting bagi ternak ruminansia karena besar persentase protein terdegradasi dalam rumen diserap sebagai amonia dan jika konsentrasinnya dalam rumen tinggi bisa hilang melalui urine sebagai urea. Pada kambing yang sedang berproduksi ini merupakan pemanfaatan protein yang tidak efisien, sehingga meningkatkan jumlah protein yang melewati ke usus (by-pass) akan lebih efisien. Dalam hijauan sekitar 20-30% dari protein dikandungnya adalah protein bypass, namun untuk ternak yang sedang tumbuh atau menyusui kebutuhan protein by-pass mencapai 32-40% dari total kebutuhan protein.
4.      Jerami
Jerami padi melimpah selama musim hujan, namun langka pada musim kemarau. Jumlahnya  cukup besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan, potensinya sebagai salah satu sumber makanan ternak memang memiliki nulai nutrisi yang relatif rendah.
Sejauh ini, pemanfaatan jerami padi sebagai pakan baru mencapai 31-39 %, sedangkan yang dibakar atau dikembalikan ke tanah sebagai pupuk 36-62 %, dan sekitar 7-16 % digunakan untuk keperluan industri.
Kandungan gizi jerami padi terdiri atas :
·         Protein kasar 4,5 %
·         Serat kasar 35 %
·         Lemak kasar 1,55 %
·         Abu 16,5 %
·         Kalsium 0,19 %
·         Fosfor 0,1 %
·         Energi TDN (Total Digestible Nutrients) 43 %
·         Energi DE (Digestible Energy) 1,9 kkal/kg
·         dan Lignin yang sangat tinggi.
Jika jerami padi langsung diberikan kepada ternak, maka daya cernanya rendah dan proses pencernaannya lambat, sehingga total yang dimakan per satuan waktunya menjadi sedikit.
Penghambat daya cerna pada jerami adalah kandungan lignin, silika dan kutin yang relatif tinggi karena jerami adalah tanaman yang sudah tua dan telah melewati fase generatif (sudah berbuah).  Namun potensi jerami sebagai sumber energi cukup baik. Efektifitas cerna mikroorganisme ditingkatkan agar dapat menghancurkan lignin, silika dan kutin, di samping itu masih dapat meningkatkan kandungan protein.
Daya cerna 30 % ( seandainya makan 10 kg jerami maka yang diserap hanya 3 kg lainnya menjadi kotoran ), bandingkan dengan rumput gajah dimana protein 8,4 –11,4 % – lemak 1,7 – 1,9 % – serat kasar 29,5 – 33 % – daya cerna 52 %, dari perbandingan tersebut terlihat bahwa jerami terlalu kasar dan sangat sulit dicerna disamping kandungan protein dan lemak yang sedikit. Walaupun  pada kenyataannyajerami padi miskin  akan zat-zat  makanan, namun sekitar 40 persen dapat dicerna  sebagai sumber energi  dalam proses pencernaan  ternak ruminansia. Rendahnya daya cerna  ini disebabkan oleh  adanya Lignin  dan silika yang menngikat  Cellulosa  dan  Hemicellulosa  dalam bentuk ikatan  rangkap .
5.      Daun Cacah (chapper)
Produksi hijauan di kebun rumput baik itu rumput Gajah ataupun rumput Raja bila melebihi atau melewati umur potong akan mengurangi kulitas hijauan tesebut, untuk mengoptimalkan produksi dan menjaga kualitas, pemotongan dilakukan harus tepat waktu. Umur potong rumput yang optimal pada 7 minggu atau 50 hari. Bila produksi rumput berlebih dan akan dibuat silase untuk stok perlu pengurangan kadar air rumput dengan cara disimpan berdiri jangan di tidurkan atau ditumpuk untuk menghidarkan dari kerusakan selama 2 - 3 hari, dan harus disimpan terlindung atau di bawah atap.
Setelah disimpan selama 2-3hari dan kandungan air berkurang cacah rumput tersebut dengan panjang cacahan 10-50mm.
Komposisi kandungan nutrisi:
·         serat kasar 30,86%
·         lemak 2,24%
·         abu 15,96%, dan
·         TDN 51%
·         protein kasar 9,66%
·         BETN 41,34%

Tidak ada komentar:

Posting Komentar