LAPORAN BAHAN PAKAN TERNAK NON RUMNANSIA
DISUSUN OLEH:
NOVANDA
BAYU LAKSONO
NIM
: C31120792
A. PENDAHULUAN
Bangsa unggas termasuk ayam
tidak mungkin diberi satu bahan pakan saja. Sehingga memerlukan kombinasi
beberapa bahan pakan sebagai bahan pakan penyusun ransum. Bahan-bahan
penyusun ransum harus memenuhi kebutuhan ternak baik secara kualitas dan
kuantitas. Kebutuhan akan gizi
ransum tergantung dari jenis unggas, umur, pertumbuhan, tujuan produksi dan
tingkat konsumsi dari ternak unggas.Bahan pakan adalah bahan – bahan yang dapat
digunakan untuk menyusun ransum ternak unggas yang siap diberikan kepada ternak
unggas bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok dan produksi ternak.Pakan
merupakan bahan – bahan yang langsung dapat dikonsumsi oleh ternak
unggas.Ransum merupakan campuran beberapa bahan pakan yang telah memenuhi
kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan oleh ternak yang siap diberikan dan habi
dikonsumsi selama 24 jam. Konsentrat adalah campuran bahan pakan yang merupakan
produk pabrik pakan ternak yang mengandung protein lebih dari 34%.
B. PEMBAHASAN
Dalam pemberian pakan pada
ternak, kita dapat begitu saja memberikan pakan terhadap ternak. Namun kita
harus memperhatikan Fungsi dari pakan, kualitas bahan pakan, kemurnian bahan
pakan, serta faktor-faktor pembatasan pemberian pakan.
·
Manfaat Pakan ternak
Pakan ternak haruslah pakan
yang bermanfaat bagi perkembangan ternak tersebut. Di dalam pakan ternak
haruslah berisi kandungan-kandungan yang dapat membantu perkembangan ternak
tersebut. Berikut ini adalah beberapa macam-macam pakan yang di utamakan
manfaaatnya:
1. Jagung
Merupakan sumber energi yang
baik karena serat kasarnya rendah. Sumber xanthophyl dan asam lemak. Asam lemak
jagung sebesar 1,60% sebagai sumber protein atau asam amino juga kurang baik
karena hanya mengandung 9 – 10% protein kasar.
2. Bungkil Kelapa
Bungkil kelapa merupakan bahan pakan hasil samping pengolahan
kelapa, baik itu minyak kelapa atau yang lain. Merupakan bahan pakan sumber
protein asal nabati, mengandung protein kasar 20 – 26%. Digunakan sebagai bahan pendamping tepung ikan dan
jagung kning. Kelemahannya : karena
kandungan minyak tinggi sehingga mudah tengik menyebabkan mengganggu selera
makan.
3. Dedak halus
Bahan pakan unggas asal nabati yang paling banyak digunakan
adalah dedak halus. Kandungan nutrisi dedak halus adalah sebagai berikut:
protein kasar 1890 Kkal/kg dan lemak kasar sebesar 8,3%. Dedak mempunyai
kandungan serat kasar 13%. Bangsa unggas tidak mampu mencerna serat kasar lebih
dari 4% karena serat kasar inilah yang menjadi faktor pembatas sehingga dedak
halus tidak dapat digunakan secara berlebihan.
4. Ubi Kayu dan Hasil Olahannya
Ubi kayu mempunya kandungan energi 2970 k.kal/kg. Penggunaan
ubi kayu memerlukan proses lebih lanjut dengan cara dkeringkan terlebih dahulu. Kelemahan ubi kayu mengandung racun Hidrocyanik (HCN),
pemanasan dengan matahari, direbus atau dipanaskan dengan suhu 70 – 800C
dapat mengurangi pengaruh HCN.
5. Tepung ikan
Tepung ikan pada umumnya terdapat dalam formula ransum ungas
komersial (mempunyai nilai ekonomis tinggi untuk diperjualbelikan). Umumnya
tepung ikan terdapat dalam ransum unggas yang dapat menghasilkan produksi
tinggi. Secara umum tepung ikan berkualitas baik mengandung protein kasar 60% -
70%.
6. Tepung tulang
Tepung tulang digunakan sebagai sumber kalsium, terutama
untuk unggas yang sedang/dalam masa pertumbuhan. Sebagai sumber kalsium dan
fosfat, tepung tulang mengandung posfor 12% - 15% dan kalsium 24% - 30%.
7.
Geranteh
Yaitu hasil dari penggilingan kulit
padi, gerantek adalah urutan ke dua setelah sekam dari hasil penggilingan padi
gerantek kurang cocok untuk di berikan
kepada ternak unggas, karna unggus tidak mampu mencerna serat kasar dengan
baik, gerantik baik digunakan sebagai
bahan pakan ternak ruminansia.
8.
PK2
Tidak jauh berbeda dari gerantek, PK2 juga berasal dari penggilingan
kulit padi tapi PK2 memiliki tekstur lebih halus di bandingkan dengan gerantek,
tetapi Pk2 masih belum begitu bagus untuk konsumsi pakan unggas karna masih
memiliki tekstur kasar dan kurang bagus juga untuk pencernaan ternak unggas.
9.
Separator
/ bekatul
Bahan pakan ini juga dari hasil
pengglingan kulit padi yang memiliki tekstur halus, bahan pakan ini baik untuk
untuk ternak unggas dan ternak ruminansia karna memiliki tekstur yang halus
sehingga dapat di cerna dengan baik oleh ternak unggas.
10.
Bungkil
kelapa sawit
Yaitu
hasil dari limbah kelapa sawit (ampas) yang di manfaatkan sebagai pakan ternak, Bungkil kelapa sawit memiliki factor pembatas
yaitu kandungan seratkasar yang tinggi dan daya cerna yang rendah kandungan
bungkil kelapa sawit mencapai18,33% - 21,3%. Selain itu, bungkil kelapa sawit
mengandung kadar protein yang lebih rendah dari bungkil kedelai dan kacang
tanah yaitu 15,73% - 17,19%. kandungan protein antara 13,6% - 17,45%, kandungan
lemak kasar berkisar antara 17,1% - 21,55%
11.
Bungkil
kedelai
Bungkil kedelai tergolong bahan pakan yang mengandung
protein tinggi. Kandungan nutrisinya 91% BK; 6,2% abu; 5,9% SK; 4,9% Lemak; 30%
BETN; 44% PK . Bungkil kedelai yang baik biasanya berwarna krem dan teksturnya
kasar. Bahan baku bungkil kedelai sering digunakan sebagai pakan ternak, karena
disukai ternak unggas dan protein serta energinya sangat tinggi. Kadar asam
amino essensial (lisin) sangat menonjol bila secara terpadu digunakan bersama
bahan baku jagung. Penggunaan bungkil kedelai dalam komposisi pakan ternak
berkisar antara 10%-30%.
12.
DCP
DCP dalam ransum hanya digunakan
sebanyak 5 %. Sentra penghasil utama adalah China dan Thainland. Permasalahan
utama untuk bahan pakan ini adalah Indonesia masih import DCP. Solusinya antar
lain Indonesia harus bisa memproduksi DCP sendiri atau mengganti dengan bahan
pakan yang kandungannya sama.
13.
Premix
Premix
merupakan feed suplement atau bahan pakan tambahan yang digunakan untuk
pemenuhi atau menyediakan sumber vitamin, mineral dan atau juga antibiotik.
Premix memiliki campuran bahan pakan yang telah diencerkan yang dalam
pemakaiannya harus dicampurkan kedalam pakan. Premix juga merupakan kombinasi
beberapa mikro-ingridient dengan bahan penyerta sehigga merupakan kombinasi
yang siap dicampurkan dalam pakan ternak. Dosis
penggunaan premix pada unggas tergantung pada jenis unggas dan umurnya. Pada
ayam pedaging periode starter dan finisher serta ayam petelur masing-masing
menggunkan 500g premix yang dicampurkan kedalam pakan. Penggunaan premix ini harus disesuaikan dengan aturan pakai seperti yang
tercantum pada kemasan.
14.
Garam
Komposisi kimia dsaari garam adalah
Na sebesar 39,34% dan Cl sebesar 60,66%. Harga perkilo dari garam adalah Rp.
300. Garam digunakan dalam ransum sebanyak 0,25-0,5%). Sentra penghasil garam
terbesar di Indonesia yang terletak di daerah Madura sedangkan untuk penghasil
garam terbesar di Dunia adalah China. Permasalahan produksi konsumsi nasional
garam mencapai 1,7 juta ton/ tahun. Sedangkan saat ini produksi nasional hanya
mencapai 1,2 ton/ tahun. Untuk mengatasi defisiensi mineral dimana mineral ini
dalam ternak tidak disimpan dalam tubuh karena sebagian besar terdapat di dalam
cairan tubuh. Sehingga dengan komposisi yang mengandung mineral esensial Na dan
Cl membuat kita harus memberikan garam pada ternak.
15. Tetes
tetes adalah bahan pakan yang tergolong dalam kelas sumber energi. Tetes berbentuk cair, berwarna hitam, bau seperti kecap, rasa manis dan memiliki zat antinutrisi berupa mimosin. Penggunan dalam penyusunan pakan ternak terbatas sekitar 5% dari komposisi pakan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Rasyaf (1994) yang menyatakan bahwa bila terlalu banyak pemakaiannnya akan menyebabkan feses (kotoran) ternak ungaas menjadi basah. Kadar protein indeks rendah, tapi cukup potensial untuk sumber energi.
tetes adalah bahan pakan yang tergolong dalam kelas sumber energi. Tetes berbentuk cair, berwarna hitam, bau seperti kecap, rasa manis dan memiliki zat antinutrisi berupa mimosin. Penggunan dalam penyusunan pakan ternak terbatas sekitar 5% dari komposisi pakan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Rasyaf (1994) yang menyatakan bahwa bila terlalu banyak pemakaiannnya akan menyebabkan feses (kotoran) ternak ungaas menjadi basah. Kadar protein indeks rendah, tapi cukup potensial untuk sumber energi.
16.
Tepung Kapur
Tepung kapur biasanya digunakan sebagai sumber Ca
dalam pakan unggas. Kandungan Ca sebesar 33-38 %, sedangkan P sebesar 0%
17. Vita Chiks
Vita Chiks adalahvitamin dan anti biotik untuk
anak ayam. Komposisinyaterdiri dari Baticratin M D 35 gr, Vitamin A 5.106
iu, Vitamin D3 5.105 iu, Vitamin E 2500 iu, K3 (Menadione Sodium B1 sulfid) 1
gr, Vitamin B1 2 gr, Vitamin B2 4 gr, Nicotinic Acid 5 gr, Vitamin B6 1
gr,Vitamin B12 1 mg, Vitamin C 20 gr.
- Kualitas Bahan Pakan Ternak Unggas
Kualitas bahan ternak unggas
sangat menentukan produktifitas ternak yang diusahakan. Bahkan kualitas yang sangat
buruk dapat mengancam kehidupan ternak yang mengkonsumsinya. Kualitas bahan pakan ternak dapat diketahui secara
inderawi (organoleptis) dengan mengamati bentuk dan ukuran, bau, warna dan
kemurnian bahan.
1.
Bentuk dan Ukuran
Bahan pakan dari nabati dan hewani dalam berbagai bentuk,
ukuran dan kondisi fisik yang berbeda-beda. Keadaan tersebut dipengaruhi
oleh cara pemanenan, jenis, tujuan penggunaan dan proses pengolahan terhadap
bahan tersebut.
2.
Bau
Bau merupakan salah satu
factor yang sangat mempengaruhi selera makan ternak sehingga berpengaruh pada
produksi itu sendiri. Bau disebabkan oleh adanya
reaksi zat kimia yang ada dalam bahan pakan, aktivitas mikroorganisma dan binatang
parasit serta pengaruh temperature lingkungan penyimpanan.
3.
Warna
Enzim yang terdapat dalam
bahan pakan berasal dari mikroorganisme yang mencemari bahan pakan tersebut. Enzim ini
akan mempercepat reaksi – reaksi kimia dan mengakibatkan perubahan-perubahan
pada komposisi bahan pakan termasuk warna.
4.
Kemurnian Bahan
Kemurnian bahan diartikan sebagai tidak tercampurnya bahan
pakan dengan bahan lain. Adabeberapa kontaminan yang mempengaruhi kemurnian
bahan pakan, yaitu : Kontaminasi dengan bahan tidak sejenis, Kontaminasi dengan
benda asing, dan Kontaminasi dengan makhluk hidup.
·
Faktor Pembatas Bahan Pakan
Bahan pakan ternak unggas
dalam pemberian dan pemakaiannya sebagai bahan penyusun ransum juga dibatasi
dengan faktor – faktor tertentu. Faktor – faktor tersebut adalah
a) Toksin/Racun;
Pemakaian tepung ubi kayu atau
ketela pohon harus dibatasi sekitar 5% dari berat total ransum karena
mengandung asam cianik (HCN) yang dapat menyebabkan penyakit gangguan
pencernaan.
b) Serat Kasar
Pemakaian hijaun dalam ransum
juga dibatasi sekitar 4% karena hijauan banyak mengandung serat kasar dan serat
kasar ini tidak dapat/sulit dicerna oleh tubuh ternak unggas.
c) Asam Lemak Jenuh
Pemakaian bungkil kelapa harus
dibatasi sekitar 20% karena bahan ini banyak mengandung asam lemak jenuh
sehingga sering menimbulkan bau tengik pada ransum ternak unggas.

siippp..terimakasih atas infonya
BalasHapus